Perempuan dalam Ruang Keagamaan dan Sosial: Telaah Pemikiran Tahir Haddad Perspektif Maqashid Syariah

Authors

  • Muhammad David Ibrahim Author

DOI:

https://doi.org/10.71402/rbr2jw77

Keywords:

Hak-Hak Perempuan, Tahir Haddad, Maqashid Syariah, Rekonstruksi Fikih, Kesetaraan Gender

Abstract

Tulisan ini menganalisis bagaimana perempuan dapat mengisi ruang keagamaan dan sosial dengan seimbang. Perempuan sebagai elemen kunci peradaban suatu bangsa,  menjadi fokus penting dalam memahami kebijakan hak dan kewajiban kehidupan sehari-hari. Agama Islam yang memiliki visi besar untuk menciptakan kondisi sosial dan peradaban umat yang lebih baik, perlu ditafsirkan kembali agar tetap relevan dengan kehidupan modern. Permasalahan yang dihadapi perempuan dalam sebagian hukum Islam klasik dianggap telah menyudutkan gender di sebagian ruang sosial. Hal ini disebabkan oleh kebijakan agama yang dipraktekkan secara kurang tepat dalam beberapa aspek kehidupan manusia. Penelitian ini menganalisis pemikiran Tahir Haddad dalam karyanya Imrotuna fis-Syariah wal Mujtama’, sebuah karya tokoh reformis dari Tunisia yang berusaha mengembangkan wacana reformasi di negara Tunisia melalui sudut pandang teori agama. Maqasid syariah sebagai perwujudan dari nilai-nilai agama menjadi dasar utama dalam memahami wacana feminis perspektif Tahir Haddad. Pendekatan melalui kerangka berpikir maqashid syariah akan menghasilkan rekonstruksi fiqh perempuan sebagai produk hukum Islam yang relevan dengan konteks sosial Tunisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengaitkan antara teks-teks agama mengenai perempuan dengan realitas, sebagai upaya menciptakan stabilitas sosial masyarakat.

References

Auda, J. (2015). Maqasid Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach (Rosidain & A. A. Mun’im, Penerj.). PT Mizan Pustaka.

Chakim, L. H., & Habib, M. A. P. (2022). Kesetaraan gender dalam fikih perempuan perspektif Maqasid Syariah Jasser Auda. Jurnal Hukum dan Syariah, 5(1).

Dardour, I. (2015). Muhadharah fi al-maqasid al-shariah. Dar Ibnu Hazm.

Haddad, T. (2019). Imra’atuna fi al-shari‘ah wa al-mujtama‘. Dar Muhammad Ali.

Haya, A. (2024). Dialog antara teori dan realitas: Analisis tentang pengaruh pemikiran reformis kebijakan gender di Tunisia. Journal of Islamic Civilization, 1(1).

Hermawan, H., M., A. S., & S., M. (2018). Kewenangan dan kedudukan perempuan dalam perspektif gender: Suatu analisis tinjauan historis. Jurnal Perempuan, Agama dan Gender, 17(1).

Ibnu Asyur, M. T. (2016). Ushul al-nizam al-ijtima‘i. Dar Sahnun.

Khafidin, A. (2025). Islam mazhab Tunisia. IRCiSoD.

Khallaf, A. W. (2023). ‘Ilm ushul al-fiqh. Dar Hukama.

Mohammad, H. (2018, 18 April). Ngaji kitab ‘Imra’atuna fi al-Shari‘ah wa al-Mujtama‘ karya Tahir al-Haddad. Rumah Kitab. https://rumahkitab.com/ngaji-kitab-imraatuna-fi-al-syariah-wa-al-mujtama-karya-thahir-al-haddad/

Mustaqim, A. (2023). Studi pemikiran Tahir al-Haddad tentang poligami dalam kitab Imra’atuna fi al-Shari‘ah wa al-Mujtama‘ [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Walisongo].

Raisuni, A. (1995). Nazariyyat al-maqasid ‘inda al-shatibi. Ma‘had al-‘Alami li al-Fikr al-Islami.

Suhaimi, M. R., & Maman, R. H. (2023). Al-Maqasid al-Shari‘ah: Teori dan implementasi. Jurnal Perempuan, Agama dan Gender, 1(2).

Wijaya, A. (2024). Maqashid syariah dalam pandangan Jamaluddin Athiyah Muhammad. Jurnal Hukum dan Syariah, 2(1).

Zulaiha, E., & Busro, B. (2022). Prinsip liberalisme dalam metodologi tafsir feminis: Pembacaan pada karya Husein Muhammad. Jurnal Hukum dan Syariah, 18(1).

Published

2026-09-10

Data Availability Statement

"Semua data yang dianalisis dalam penelitian ini bersumber dari literatur dan bahan pustaka yang telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui sumber/referensi yang tertera dalam daftar pustaka."

 

 

How to Cite

Perempuan dalam Ruang Keagamaan dan Sosial: Telaah Pemikiran Tahir Haddad Perspektif Maqashid Syariah. (2026). Tanwir: Journal of Islamic Civilization , 2(2), 76-92. https://doi.org/10.71402/rbr2jw77