Model Perlindungan Keturunan Berbasis Kesejahteraan Psikologis Ibu: Sintesis Psikologi Perkembangan dan Maqashid Syariah

Authors

  • Hadi Wijaya Author

DOI:

https://doi.org/10.71402/d130tt74

Keywords:

Kesejahteraan Psikologis, Well Being, Hifz al-Nasl, Psikologi Perkembangan, Maqashid Syariah

Abstract

Penelitian mengkaji reinteprasi konsep perlindungan terhadap keturunan hifz al-nasl yang menjadikan kesejahteraan psikologis ibu sebagai objek dari variabel utama dalam faktor- faktor yang memengaruhi kualitas keturunan dari perspektif psikologi perkembangan dan maqashid syariah. Kebanyakan ulama memahami konsep hifz al-nasl sebagai hukum yang menjaga kehormatan wanita dengan pengharaman hukum zina. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi individu yang mampu menerima diri secara utuh, menjalin hubungan positif dengan orang lain, memiliki otonomi, mampu mengolah lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta mengalami pertumbuhan pribadi. Dalam kerangka hifz al-nasl maqashid syariah, perlindungan keturunan tidak hanya dimaknai sebagai protektif biologis semata, tetapi juga menjamin kualitas generasi melalui penguatan psikologis Ibu. Kajian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi makna hifl al-nasl secara multidemensional untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berdaya

                                                                                                   

References

Al-Najjar, ‘A. M. (2008). Maqāṣid al-syarī‘ah bi ab‘ād jadīdah. Dār al-Gharb al-Islāmī.

Arianda, V., Salim, I. K., & Ruzain, R. B. (2021). Secure attachment (kelekatan aman) ibu dan anak dengan perkembangan sosial emosional pada anak. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 1(2).

Distina, P. P., & Kumail, M. H. (2019). Pengembangan dimensi psychological well-being untuk pengurangan risiko gangguan depresi. Mawaizh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(1), 39–59. https://doi.org/10.32923/maw.v10i1.768

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5, Cetakan ke-6). Erlangga.

Ibnu ‘Āshūr, M. al-Ṭ. (1984). Tafsīr al-taḥrīr wa al-tanwīr (Juz 4). Dār al-Tūnisiyyah li al-Nashr.

Ibnu ‘Āshūr, M. al-Ṭ. (2020). Maqashid al-syari’ah al-islamiyah. Darusuhnun.

Ismail, S. A., Salahuddin, U. N., Azman, A. A., & Asmawi, N. Z. (2025). The integration of Maqasid Al Shariah in the study of mental health: Towards an Islamic holistic well-being framework. ALMAQASID: The International Journal of Maqasid Studies and Advanced Islamic Research, 6(1), 38–53. https://doi.org/10.55265/al-maqasid.v6i1.321

Purwaningsih, I. E., Sugiarto, R., & Budiarto, S. (2023). Kesejahteraan psikologis dalam hubungannya dengan kecemasan dan dukungan sosial. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(1), 1–16.

Putri, D. (2025). Pentingnya pengaruh keluarga dalam perkembangan psikologi anak usia dini. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 521–525. https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.2027

Qomariah, N. (2019). Membangun secure attachment dengan anak pada ibu bekerja. Jurnal Noura, 3(1).

Subaki, A., & Khafid, K. A. (2025). Reinterpretasi Ḥifẓ an-Nasl menurut At-Ṭāhir bin ‘Āsyūr dan relevansinya terhadap konsep ketahanan keluarga: Reinterpretation of Ḥifẓ an-Nasl according to At-Ṭāhir bin ‘Āsyūr and its relevance to the concept of family resilience. QISTHOSIA: Jurnal Syariah Dan Hukum, 6(1), 12–24. https://doi.org/10.46870/jhki.v6i1.1489

Wenny, B. P., Putri, S. B., & Welly. (2023). Gangguan psikologis pada ibu postpartum: Psychiatric mental health nursing. Eureka Media Aksara.

Published

2026-09-10

How to Cite

Model Perlindungan Keturunan Berbasis Kesejahteraan Psikologis Ibu: Sintesis Psikologi Perkembangan dan Maqashid Syariah. (2026). Tanwir: Journal of Islamic Civilization , 2(2), 38-53. https://doi.org/10.71402/d130tt74